0

Dalam rangka menyerap aspirasi tentang usulan alokasi dana di tahun 2018, BPD Desa Pandean mengadakan kegiatan MUSDUS ( Musyawarah Dusun ) dan MUSDES ( Musyawarah Desa ). Dalam kegiatan ini hadir juga Kepala Desa Pandean Bpk Farid Abdillah, Sekretaris Desa, semua Perangkat Desa, LPMD Desa, Ketua RT dan wakilnya, Ketua RW dan wakilnya, Tokoh Pemuda dari Karang taruna, Tokoh Agama dari perwakilan masing masing Masjid Se Desa, Tokoh masyarakat, Babinsa, Babinkamtipmas, Katua Tim Penggerak PKK beserta anggota, Bidan Desa, Kader Posyandu Lansia, Kader Posyandu Balita, Kade Taman Posyandu, Guru PAUD dan TK, berserta perwakilan lingkungan. BPD yang juga berfungsi penyambung lidah masyarakat desa, Mitra Pemerintah Desa berusaha untuk belajar transparan dalam penggunaan dana anggran desa dalam pegalokasian dalam program.



Acara yang di adakan di Pendopo Desa Pandean ini dalah acara rutin tahunan, demi merumuskan dengan tujuan meyerap aspirasi segala aspek usulan warga masyarakat desa demi penggunaan dana yang di kelola desa di tahun 2018, yang mencapai 1 Milyar lebih.



Mengawali acara ini setelah di buka oleh Ketua BPD Desa Pandean Bpk Heru Budi Wiyono, beliau menyampaikan sebelum acara di lanjutkan pada sesi usulan dari bawah, meminta untuk Sekretaris Desa Pandean Saudari Henny Andy Astuti, SH membacakan pagu dana di tahun 2018.





Setelah itu Ketua BPD mempersilahkan kepada Kepala Desa untuk lebih memeprjelas tentang aturan UU Desa, Pemendagri, Permendes dan Peraturan Bupati Trenggalek yang terkait aturan tentang penggunaan dana tersebut. Dalam inti sambutan Kepala Desa menyampaikan sebelum Musdes berjalan, harus nya di lakukan Musdus dulu untuk penyerapan aspirasi dari masing masing lingkungan kerja Kepala Dusun yaitu Dusun Pandean dan Dusun Talok karena di desa Pandean hanya terdapat 2 Dusun. Kepala Desa menjelaskan sistem terkait aturan penyerapan ini mana yang mengarah ke fisik atau infra struktur dan pemberdayaan masyarakat, termasuk ke pemberdayaan bagi para ibu atau perempuan di desa.



Dalam sambutanya Kepala Desa juga dalam penyerapan ini jangan hanya memprirotaskan pembangunan fisik saja akan tetapi pemberdayaan ilmu atau pendidikan juga jadi prioritas usulan, utama nya kegiatan ilmu agama yang bisa di danai oleh dana desa. Juga bagi para PKK yang fokus dalam kegiatan lingkup wanita juga jangan hanya berfikir tentang kesejahteraan, akan tetapi lebih memikir kesehatan dan Pendidikan PAUD, Posyandu yang terdiri dari lansia, balita dan taman posyandu, imbuh Kepala Desa.



Di lanjutkan dengan kegiatan Musyawarah Dusun di bagi menjadi dua lokasi, yang Dusun Talok di Gedung AULA Desa dan yang Dusun Pandean tetap di Pendopo Desa dan di pandu oleh masing masing Kepala Dusun. setelah penyerapan dari berbagai dan macam usulan dari masyarakat, maka semua itu akan di bawa dan di godog oleh Tim 7 untuk mana yang prioritas di danai dan mana yang mungkin bisa di tunda. Setelah itu Tim 7, akan merumuskan usulan tersebut menjadi RAPBDes yang selanjutkan menjadi bentuk matang dari rencana ke bentuk matang jadi APBDes yang di sepakati oleh Kepala Desa dan BPD Desa.



Ketua BPD dan Kepala Desa berharap dalam bulan ini setidaknya sudah ada kesimpulan dalam prioritas tersebut, karena Kepala Desa berharap di bulan yang akan datang APBDes Desa Pandean sudah akurat dan bisa di sepakati untuk di tanda tangani yang juga dalam usulan kegiatan fisik utamanya, RAB atau Rencana Anggaran Biaya masing masing kegiatan bisa muncul untuk nominal pendanaannya. Di akhir acara, Kepala Desa menjelaskan bahwa, dalam waktu dekat progran dan visi misi Kepala Desa yang berbentuk Bimbingan Belajar dengan nama GERBANG DEPAN ( Gerakan Belajar dan Ngaji Desa Pandean ) bisa terlaksana. Dalam kegiatan ini Bpk Farid Abdillah lebih suka menggunakan istilah "Gerakan mati TV menjenlang Magrib". Ini adalah kegiatan Religi dan Umum yang pada awal ini akan di mulai dari Sasaran Anak usian Sekolah Dasar dulu, yaitu Sholat Jama'ah di masjid dan di teruskan dengan kegiatan ngaji dan belajar ilmu umum.


Pada awalnya Kepala Desa mempunyai cita cita ini hanya di tujukan kepada anak SD, akan tetapi semoga tahun depan desa mampu memikirkan untuk bimbel anak SMP dan SMU atau yang sederajad. Problem Pendidikan tidak hanya kita mengandalkan dari sekolah saja, akan tetapi Desa, Wali, Guru harus bersinergi, bersama, bersatu padu dengan tujuan mencerdasakan Masyarakat Pandean yang menuju Modern ini. Musyawarah ini di akhiri sekitar pukul 22.30 malam yang selanjutnya di bacakan do'a oleh Kyai Syamsudin Pengasuh Babus Salam. 

Posting Komentar

 
Top