0



Dalam Rangka Akriditasi Puskesmas Durenan, TIM Telusur Lapangan yang di Pimpin oleh Ibu Ngadarojatun SKM MKes, Selama 3 hari di kabupaten Trenggalek, Puskesmas Durenan yang mempunyai terobosan BU CANTIK ( Bulan Ceria Tanpa Jentik ) dan SODA GEMBIRA (

Sayang Orang Dengan Gangguan Jiwa Gerakan Masyarakat Membangun Sehat Jiwa Raga )




Salah satunya Desa Pandean yang di motori Kepala Desa Pandean Farid Abdillah menterjemahkan dengan program terobosan tersebut. Terbukti di Desa Pandean Kepala Desa, Perangkat Desa, 3 Pilar Desa, Muspika, Rt, RW, Semua Kader Desa dan Masyarakat bersama dalam 1 tahun melaksanakan kegiatan PSN ( Pemberantasan Sarang Nyamuk ) dan telusur ke semua rumah warga se desa untuk melihat langsung kebersihan terutama pada 3 M, guna mencegah terjadi nya wabah Demam Berdarah.





BU CANTIK

Bucantik: Bulan Ceria Tanpa Jentik.

Sebuah program inovasi dari Puskesmas Durenan utk mencegah dan memberantas penyakit Demam Berdarah.

Di Launching Sejak September 2017.

Untuk Desa Pandean PSN Serempak 1 Desa Dimulai Desember 2017. Dalam setahun di Pandean diadakan PSN serentak desa, yang direncanakan 3 kali dalam setahun. Tahun 2018 sudah dilaksanakan dibulan Mei dan Agustus

BUCANTIK Meliputi 3 Kegiatan :

1. PETIK:
Pemeriksaaan Jentik Mandiri. Dalam Hal Ini pemeriksaan mandiri melalui kader jumantik rumah. Di Pandean pelaporan Petik dilakukan 1 minggu sekali saat pelaksanaa Yasinan. Sementara bagi mereka yg tidak ikut Yasinan, pelaporan dilakukan ke kader Jumatik terdekat rumah warga.

2. KERLING:
Kerja Bakti Lingkungan. Yang Dilakukan setiap Jumat Bersih. Seperti kegiatan PSN dan 3 M Plus

3. WALWIL:
Saling Mengingatkan, antar masyarakat untuk menjaga kebersihan.

Hasil Kegiatan: Penurunan Jumlah Penderita DBD. Peningkatan Kebersihan dan ABJ (Angka Bebas Jentik)



SODA GEMBIRA

Soda Gembira: Sayang Orang Dengan Gangguan Jiwa Gerakan Masyarakat Membangun Sehat Jiwa Raga

Soda Gembira Meliputi:

1. GEBER PENTAS : Gerakan Berbagi Peran Lintas Sektor.

2. KWACI: Klub WA Cepat Reaksi

3. GEMPITA: Gerakan Untuk Mengingkatkan Tenggang Rasa









Acara penyambutan di mulai jam 9 pagi yang di awali penyambutan TIM Telusur Lapang Ibu Ngadarojatun, SKM MKes yang di dampingi Kepala Puskesmas Durenan drg. Muhammad Atok, dengan berbagai senam di halaman Balai Desa Pandean.

Muspika, Kepala Desa, TIM penggerak PKK dan seluruh Kader Desa Pandean menyambut dan selanjut nya acara di laksanakan di pendopo Desa Pandean. Lagu Indonesia raya dan Doa mengawali acara tersebut. Selanjutnya sambutan Camat Durenan Drs. Habib Solehudin dan pemaparan Kepala Desa Pandean Farid Abdillah.

Dalam pemaparan Farid Abdillah menghaturkan terima kasih kepada TIM Telusur karena merupakan kehormatan Desa Pandean di kunjungi. Kepala Desa juga menyampaikan alasan kenapa Desa Pandean menterjemahkan terobosan Puskesmas tersebut ke Desa nya dan Masyarakat, beliau menyampaikan bahwa SDM dan Kesehatan Masyarakat adalah bukti suksesnya suatu desa dalam mengabdi pada masyarakat. 

Bukti Desa Pandean juga mengutamakan bidang kesehatan masyarakat, di tahun 2018 anggaran untuk SDM dan Kesehatan cukup tinggi, PAUD dan TK Gratis yang semuanya di danai dari anggaran desa, PMT Rp. 5.000 per orang yang terdiri dari kegiatan Posyandu Balita, Posyandu Lansia, Posbindu, dan Taman Posyandu. Dalam satu bulan Desa Pandean mengeluarkan anggaran 3.200.000 x 12 Bulan itu hanya untuk PMT atau Pemberian Makanan Tambahan. Pengadaan ( Mobil Baru ) Mobil Siaga Desa di tahun 2018 juga sudah teranggarkan yang di setujui BPD. Ini semua demi reaksi cepat dalam pelayanan kesehatan masyarakat Desa Pandean. 

Desa Pandean memiliki 3 Gedung Posyandu di setiap RW yang ke semua Gedung dan Tanah sudah milik Desa, artinya tidak ada kegiatan Posyandu di Desa Pandean yang nebeng/numpang di rumah warga atau perangkat desa. Inilah Bukti bahwa pendampingan dana anggaran dari desa demi menyehatkan dan memfasilitasi sarana dan prasarana masyarakat, ungkap Farid

Di sesi yang lain Farid Abdillah juga menyampaikan bahwa, SDM dan Kesehatan Masyarakat adalah juga tanggung jawab Desa. Harus nya anggaran desa hadir mendampingi dalam kegiatan dan terobosan kesehatan Puskesmas. Kesehatan adalah harga mahal, buat apa pangkat jabatan tinggi, hidup bermewah megah, tapi jiwa dan raga sakit, maka tidak bisa menikmati hidup, tutur Farid Abdillah.

Farid Abdillah juga memaparkan bahwa, kegiatan Fisik dan Infrastruktur itu penting, tapi juga tidak kalah penting pembangunan SDM dan Kesehatan merupakan bentuk warisan yang berharga. Wajar saja di tahun 2017 Farid Abdillah mendapat penghargaan dari Menteri Pendidikan, jadi Nara Sumber acara UNICEF, World Bank dan berbagai acara SDM dan kesehatan.

Di tahun 2018 ini juga Desa Pandean, menyabet Juara 1 Lomba Desa Tingkat Kabupaten Trenggalek yang terdiri dari 152 desa dan Juara 3 Tingkat Propinsi Jawa Timur yang menyisihkan 5.000 lebih Desa se jawa Timur.

Termasuk pendampingan anggaran dari Desa untuk Budaya Hidup Sehat pada masyarakat agar tidak membuang air besar di sembarang tempat, dana dari desa hadir demi ODF ( Open Defecation Free ) membantu warga pengadaan jamban dan akhirnya Desa Pandean mendapat penghargaan dari Bupati Trenggalek.

DI akhir kegiatan Kepala Desa dan Ketua TIM Penggerak PKK Lisa Anggraini ( Istri Kepala Desa ) mendampingi TIM Telusur ke polindes yang juga satu halaman di Balai Desa Pandean untuk melihat administrasi dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Desa Pandean. 


PENGHARGAAN HASIL TEROBOSAN
SDM DAN KESEHATAN

Piagam
Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI
Kepada Kepala Desa Pandean
FARID ABDILLAH
Anggaran Dana dari Desa
Untuk
Pembangunan Gedung PAUD dan TK
Gratiskan PAUD dan TK
Honor Guru PAUD dan TK
APE & PMT
2017





Piagam Dari Bupati Trenggalek 
Terobosan ODF
2016




 



JUARA 3
LOMBA DESA
TINGKAT PROPINSI JAWA TIMUR
2018








JUARA 1
LOMBA DESA
TINGKAT KABUPATEN TRENGGALEK
2018








JUARA 1
LOMBA POSYANDU LANSIA
SE KABUPATEN TRENGGALEK 2016













DOKUMENTASI
APEL PSN SERENTAK
SE DESA PANDEAN
3X DALAM SETAHUN










KEPALA DESA DAN KADER ODGJ
PEDULI ODGJ



Posting Komentar

 
Top